Di dalamnya, perahu pinisi dikatakan sudah ada sejak abad ke-14 M. Pada naskah tersebut, diceritakan perahu ini pertama kali dibuat oleh putra mahkota Kerajaan Luwu yang bernama Sawerigading. Sawerigading membuat perahu pinisi dari pohon welengreng (pohon dewata) yang dikenal cukup kuat dan juga kokoh.
Perahu Phinisi adalah salah satu perahu tradisional Indonesia yang dikenal sangat hebat, Perahu ini diciptakan pertama kali sebelum abad ke-15. Artinya di tahun 1300-1400-an perahu super besar ini telah dikembangkan oleh suku Bugis di Makassar. Perahu Pinisi menjadi salah satu ikon dari masyarakat Bugis yang tak bisa dilepaskan dari budaya mereka.
Peluncuran perahu phinisi jumbo berukuran panjang 50 meter, lebar 10 meter, kedalaman 5 meter, serta tonase sekitar 800 - 900 ton, di Pantai Panrang Luhu, Desa Bira, Kecamatan Bontobahari, Bulukumba, dilakukan dengan melangsungkan ritual adat pada Selasa malam, 8 November 2011, disaksikan sejumlah pejabat dan masyarakat Bulukumba.
Sang suami mencari nafkah dengan berlayar di tengah lautan dengan perahu istimewa yaitu perahu pinisi. Pada saat itu, perahu pinisi dibuat tanpa menggunakan peralatan canggih dan modern. Nahasnya, dalam perjalanannya mencari nafkah sang suami gugur di tengah laut dan tidak kembali pulang ke rumah. Hal yang istimewa adalah ekspresi sedih dari
Editor : Aris. Bulukumba, PANRITA.News – Pinisi adalah kapal layar tradisional khas asal Indonesia, yang berasal dari Suku Bugis dan Suku Makassar di Sulawesi Selatan tepatnya dari desa Bira kecamatan Bonto Bahari Kabupaten Bulukumba. Pinisi sebenarnya merupakan nama layar. Kapal ini umumnya memiliki dua tiang layar utama dan tujuh buah layar
q9Ga.
cara membuat perahu pinisi dari kardus